Header Widget

Pagi yang pucat

Setiap senja datang, ia mulai merasakan kegelisahan kecil yang sulit dijelaskan. Bukan karena ia tidak mencintai suaminya, tapi karena ada sesuatu yang terasa tidak seimbang.


Bagi banyak orang, malam adalah waktu untuk beristirahat.
Bagi Stella, malam terasa… panjang.

Setiap senja datang, ia mulai merasakan kegelisahan kecil yang sulit dijelaskan. Bukan karena ia tidak mencintai suaminya, tapi karena ada sesuatu yang terasa tidak seimbang.

Di dalam kamar, hubungan mereka berjalan—namun sering kali lebih mengikuti keinginan satu pihak. Stella kerap mengabaikan rasa lelahnya sendiri, memilih diam demi menjaga keharmonisan.

Seiring waktu, ia mulai merasa kehabisan energi.
Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional.

Ia tetap menjalani hari-harinya seperti biasa.
Tersenyum, mengurus rumah, menjadi istri yang “baik.”

Namun di balik itu, ia menyimpan satu harapan sederhana:
agar suatu hari, ia bisa didengar—bukan hanya hadir.

Post a Comment

0 Comments