Bagi Stella, malam bukan waktu istirahat. Itu kewajiban.
Begitu matahari tenggelam, tubuhnya seperti masuk ke dalam rutinitas yang tak bisa ia tolak. Di atas ranjang yang rapi, ia tahu apa yang akan terjadi—dan ia tahu ia tidak punya banyak pilihan.
Suaminya, yang terlihat sempurna di luar, berubah di dalam kamar. Keintiman yang seharusnya saling diinginkan, berubah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi.
Berjam-jam. Berulang. Tanpa jeda.
Stella lelah. Bukan hanya tubuhnya—tapi juga dirinya sebagai manusia. Ia mulai merasa kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.
Di malam hari, ia tidak benar-benar hadir. Ia hanya bertahan.
Pagi datang seperti jeda sementara, bukan akhir.
Ia bangun, menjalani perannya, tersenyum seperlunya.
Namun di dalam pikirannya, satu hal terus berputar:
malam akan datang lagi.
Dan semuanya akan terulang.



0 Comments