Header Widget

Gubernur Tak Kunjung Menemui, Mama-Mama Papua Nekat Lanjutkan Aksi Blokade di Lampu Merah Maranatha Sorong

 

Gubernur Tak Kunjung Menemui, Mama-Mama Papua Nekat Lanjutkan Aksi Blokade di Lampu Merah Maranatha Sorong



SORONG, 2 JULI 2026 – Massa aksi yang terdiri dari mama-mama pedagang asli Papua memutuskan untuk menggeser dan melanjutkan aksi unjuk rasa mereka ke simpang empat Lampu Merah Maranatha, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Kamis (2/7/2026) malam. Langkah nekat ini diambil setelah mereka bertahan lama di ruas Jalan Melati—akses utama menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya—tanpa menemui kejelasan.

Pantauan di lapangan menunjukkan rombongan massa mulai bergerak setelah tidak kunjung mendapatkan kepastian terkait rencana pertemuan dengan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Pendamping sekaligus Penanggung Jawab Aksi, Yohanis Mambrasar, menegaskan bahwa aksi pemalangan di ruas jalan utama ini merupakan puncak kekecewaan para pedagang asli Papua atas sikap abai pihak pemerintah daerah.

"Aksi pemalangan di ruas jalan utama ini adalah bentuk kekecewaan mendalam dari mama-mama pedagang. Hingga malam ini, Gubernur Papua Barat Daya belum juga bersedia menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi kami langsung," ujar Yohanis Mambrasar tegas.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi yang didominasi oleh mama-mama pedagang asli Papua tersebut masih bertahan di kawasan Lampu Merah Maranatha. Aksi pemalangan jalan utama ini sempat memicu kemacetan, namun situasi di lokasi tetap dikawal ketat oleh aparat keamanan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mama-mama pedagang menegaskan tidak akan membubarkan diri atau membuka blokade jalan sampai perwakilan pemerintah, khususnya Gubernur Papua Barat Daya, datang menemui dan memberikan solusi konkret atas tuntutan mereka.

Post a Comment

0 Comments