RACUN BERNAMA PEMBANGUNAN
Katanya, ini demi masa depan.
Maka pohon-pohon ditebang
Tanpa izin pada penghuninya.
Pada Burung cendrawasih yang selalu menari.
Pada Kasuari yang selalu menyusuri hutan.
Katanya, ini demi kemajuan.
Maka gunung dibelah,
sungai dipaksa mengubah arah,
dan tanah yang diwariskan leluhur
diukur dengan angka-angka investasi.
Mereka menyebutnya pembangunan.
Namun, bagi mama kehilangan kebun,
itu adalah hilangnya dapur.
Bagi anak-anak yang tak lagi mendengar
nyanyian burung di pagi hari,
itu adalah hilangnya masa kecil.
Bagi ayah yang memandang tanahnya dipagari,
itu adalah kehilangan nama.
Pembangunan tidak selalu salah.
Tetapi ketika kemajuan dibangun
di atas tangis yang tak pernah didengar,
di atas hutan yang dipaksa diam,
di atas rakyat yang hanya menjadi penonton
di tanah kelahirannya sendiri,
maka pembangunan perlahan berubah menjadi racun.
Racun yang tidak membunuh hari ini,
tetapi mematikan ingatan esok hari.
Sebab yang hilang bukan hanya hutan,
melainkan akar yang selama ini
menjaga manusia tetap mengenal rumahnya.
Dan ketika rumah tinggal kenangan,
ke mana lagi seorang anak akan pulang?



0 Comments