Tangis Ibu dan Kak Stella di Perpisahan Terakhir Kak Yanto
Di hadapan peti yang kini membungkus ragamu, berdiri dua wanita yang paling tulus mencintaimu sepanjang hidupmu. Seorang ibu yang telah melahirkan, membesarkan, dan mengasihimu tanpa batas, serta Nona Stella yang pernah bermimpi menjalani masa depan dan menua bersamamu.
Kini mereka saling merangkul dalam kepedihan, saling menguatkan di tengah dunia yang terasa runtuh. Melihat Ibu menangis begitu pilu, dada ini terasa semakin sesak menahan perih yang seakan tak berujung.
Kepergianmu menjadi luka terdalam yang harus mereka tanggung bersama. Pelukan terakhir ini begitu berat dan menyakitkan, Kak Yanto. Engkau pergi terlalu cepat, membawa sebagian hati mereka, dan meninggalkan rindu yang begitu besar—rindu yang tak akan pernah lagi menemukan jalan pulang.
Selamat jalan, Kak Yanto. Terima kasih telah menjadi anak terbaik bagi Ibu dan sosok yang begitu berarti bagi Kak Stella. Semoga Tuhan menerima setiap kebaikanmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Salam di jalan, Kak YI. 🤍🥀😭



0 Comments