Header

Header
  • Breaking News

    Di rimba hutan, daun-daun berdoa

     
    Di rimba hutan, daun-daun berdoa.
    Dalam senyap, hujan turun perlahan
    menyentuh tanah merah
    yang disiram darah perjuangan.
    Dari luka yang panjang,
    tumbuh bunga harapan.

    Selamat Natal,
    wahai Gerilyawan Army Hijau Papua—
    penjaga hutan, pelindung sungai,
    penyimpan rahasia bintang
    di langit Papua.

    Kalian menyalakan cahaya kecil
    di tengah gelap kolonial yang berkepanjangan.
    Damai Ilahi tak turun dari menara kekuasaan,
    melainkan lahir dari pundak rakyat
    yang setia memikul salib kehidupan.

    Setiap langkah di tanah adat adalah doa.
    Setiap pohon yang tumbuh kembali
    adalah revolusi hijau yang bernyawa.

    Sukacita Natal bukan tentang diam,
    melainkan keberanian untuk terus bermimpi:
    tentang Papua yang merdeka,
    adil, dan tetap hijau.

    Maka, wahai seluruh elemen pejuang Papua—
    dari lembah, pesisir,
    hingga gunung yang diselimuti salju—
    tetaplah kuat,
    tetaplah menyala.

    Sebab Damai Ilahi
    bukan milik para penguasa,
    melainkan anugerah
    bagi mereka yang setia berjuang
    demi kehidupan.

    Papua Barat, Selamat Natal.
    Damai menyala
    di setiap nyala lilin perjuangan.

    No comments

    Post Top

    Post Bottom

    👉 Kunjungi Kartikel menarik lainnya di website resmi kami: 👉 👉 Klik Lalu Baca selengkapnya di sini