kerja kecil yang lama tak dianggap
kerja kecil yang lama tak dianggap
Teman hanya lihat batu.
Batu diangkat, dipindah, tanah diratakan.
Dari jauh, itu cuma kerja kasar—keringat dan punggung bungkuk.
Tak ada yang istimewa.
Di sudut kampung berbatu itu, Chados mulai berlahan kerja .
Bukan dengan harta, hanya tekad.
Hari demi hari tanah jadi rata, bersih, diam—
seperti menunggu sesuatu yang belum disebut nama.
teman datang bertanya,
“Untuk apa?”
Chados hanya senyum.
Ia tahu, tidak semua rencana perlu diumumkan.
Waktu berjalan.
Tanah itu jadi tempat duduk, tempat bicara, tempat yakin tumbuh.
Musim politik datang, janji bergerak, suara dihimpun.
Bupati menang. Janji pun kian mampak.
Suatu hari, di tanah yang dulu diratakan, MCK berdiri.
Orang baru paham.
Ternyata batu-batu itu bukan gali sia-sia.
Karena perubahan besar sering lahir
dari kerja kecil yang lama tak dianggap—
kecuali oleh orang yang sabar menunggu waktunya sendiri.
Teman hanya lihat batu.
Batu diangkat, dipindah, tanah diratakan.
Dari jauh, itu cuma kerja kasar—keringat dan punggung bungkuk.
Tak ada yang istimewa.
Di sudut kampung berbatu itu, Chados mulai berlahan kerja .
Bukan dengan harta, hanya tekad.
Hari demi hari tanah jadi rata, bersih, diam—
seperti menunggu sesuatu yang belum disebut nama.
teman datang bertanya,
“Untuk apa?”
Chados hanya senyum.
Ia tahu, tidak semua rencana perlu diumumkan.
Waktu berjalan.
Tanah itu jadi tempat duduk, tempat bicara, tempat yakin tumbuh.
Musim politik datang, janji bergerak, suara dihimpun.
Bupati menang. Janji pun kian mampak.
Suatu hari, di tanah yang dulu diratakan, MCK berdiri.
Orang baru paham.
Ternyata batu-batu itu bukan gali sia-sia.
Karena perubahan besar sering lahir
dari kerja kecil yang lama tak dianggap—
kecuali oleh orang yang sabar menunggu waktunya sendiri.











No comments