Di Ujung Rindu Ada Rumah
Di Ujung Rindu Ada Rumah
Waktu berjalan tanpa menoleh,
menyusuri hari yang terus berganti.
Kota-kota datang dan pergi,
meninggalkan jejak langkah
di jalan yang tak selalu kukenali.
Aku pernah berjalan jauh,
mengejar mimpi di bawah lampu kota
yang tak pernah benar-benar tidur.
Di antara riuh kendaraan
dan langit yang penuh cahaya buatan,
aku sering bertanya pada hati:
ke mana sebenarnya langkah ini pulang?
Ternyata rindu tidak pernah diam.
Ia tumbuh pelan
di sela kesibukan dan jarak.
Ia memanggil dengan suara lembut
yang hanya bisa didengar
oleh hati yang mulai lelah berkelana.
Lalu aku mengerti,
pulang bukan sekadar perjalanan.
Bukan tentang berapa jauh langkah ditempuh,
atau berapa lama waktu berlalu.
Pulang adalah hangat yang menunggu,
sepasang tangan yang tak pernah lelah terbuka,
dan pelukan yang tetap sama
meski tahun-tahun telah berubah.
Karena waktu boleh berlalu,
dan kota boleh berganti.
Namun di ujung segala rindu,
selalu ada rumah
yang menunggu kita kembali





No comments