Dua Dunia, Satu Tujuan: Pecah Batu di Siang Hari, Digital di Malam Hari kisah kampung skendi sorong selatan
Di bawah terik matahari Kampung Skendi, setiap pukulan batu terasa berat. Debu beterbangan ke mana-mana, menempel di tangan dan wajah saya, tapi saya tetap fokus. Inilah nafkah saya, pelajaran hidup saya, dan cara saya belajar bertahan.
Kaki pegal, tangan lecet, badan lelah… tapi hati tetap teguh. Saat malam tiba dan langit mulai gelap, saya tidak berhenti. Laptop menyala, jari-jari mengetik, membangun dunia digital saya sendiri. Dunia ini terasa berbeda — damai, tenang, penuh peluang.
Siang bekerja dengan tenaga fisik, malam bekerja dengan pikiran dan kreativitas. Dua dunia yang berbeda, tapi keduanya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup saya. Setiap tetes keringat di siang hari terasa lebih berarti ketika melihat hasil malam hari.
Inilah kehidupan saya di Kampung Skendi: keras, melelahkan, tapi penuh pelajaran dan harapan.



No comments