Hari Sabtu di Pasar Barter Mambunibuni
Judul: Hari Sabtu di Pasar Barter Mambunibuni
Pagi itu matahari baru naik di balik bukit-bukit hijau di wilayah Fakfak. Angin laut berhembus membawa aroma garam dan tanah basah. Di Kampung Mambunibuni, hari Sabtu bukan hari biasa—hari itu adalah hari yang selalu ditunggu: hari pasar barter.
Orang-orang datang dari berbagai arah. Ada yang berjalan kaki dari kebun, ada juga yang turun dari perahu kecil membawa hasil laut. Di atas tikar dan terpal sederhana, berbagai hasil bumi ditata rapi. Ada pisang, pinang, sayur-sayuran , dan hasil kebun lainnya.
Di satu sudut, seorang mama duduk dengan baskom besar berisi udang hasil tangkapan. Tidak jauh dari situ, seorang bapak menaruh setandan pisang besar dari kebunnya. Mereka saling tersenyum.
“Udang ini tukar dengan pisang boleh?” tanya mama itu.
Bapak itu tertawa kecil.
“Boleh mama… tambah sedikit pinang saja.”
Begitulah suasana Pasar Barter Tradisional Kampung Mambunibuni di Distrik Kokas. Di sini masih di jaga saling tukar—hasil laut bertemu hasil darat. Udang, ikan, dan kerang ditukar dengan pisang, sayur, pinang, atau hasil kebun lainnya.
Suasana pasar terasa hangat. Orang-orang saling bercanda, anak-anak bermain di sekiran dagangan, dan para pedagang selalu menyapa dengan ramah siapa saja yang datang.
Pasar ini hanya dibuka setiap hari Sabtu, tapi cerita dan kebersamaannya selalu tinggal di hati orang yang pernah datang.
Jadi kalau suatu saat berkunjung ke daerah Papua Barat, sempatkanlah singgah ke Pasar Barter Mambunibuni.
Di sana, kita bukan hanya melihat jual beli… tapi juga merasakan kehangatan hidup yang sederhana dan penuh kebersamaan.



No comments