Ketika Janji Tak Lagi Berarti
Cerpen: Ketika Janji Tak Lagi Berarti
_Sejak pertama aku mengenalmu, entah kenapa hatiku begitu yakin. Tidak ada keraguan sedikit pun. Senyummu terasa hangat, kata-katamu menenangkan, dan kehadiranmu membuat dunia terasa lebih sederhana.
Waktu itu kita sering berbicara tentang masa depan. Tentang mimpi-mimpi kecil yang ingin kita wujudkan bersama. Kau menggenggam tanganku dan berkata bahwa kita akan selalu saling menyayangi, apa pun yang terjadi. Aku percaya sepenuhnya pada janji itu. Bagiku, kata-katamu adalah sesuatu yang tak akan pernah berubah.
Hari-hari berlalu dengan bahagia. Aku memberikan seluruh cintaku tanpa ragu. Kupikir itulah arti mencintai—memberi dengan tulus tanpa menghitung balasan.
Namun suatu hari, semuanya berubah.
Kau pergi begitu saja. Tanpa pesan. Tanpa penjelasan. Tanpa satu kata pun yang bisa kupahami. Hanya keheningan yang tertinggal, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah terjawab.
Aku mencoba menenangkan hati. Mungkin kau sedang sibuk. Mungkin ada alasan yang belum sempat kau katakan. Tapi harapan itu perlahan runtuh ketika aku melihatmu… berjalan bersamanya.
Saat itu rasanya seperti ada sesuatu yang hancur di dalam dada. Hati yang dulu penuh cinta tiba-tiba dipenuhi luka. Rindu yang selama ini kusimpan berubah menjadi kebencian yang sulit kujelaskan.
Aku bertanya dalam diam.
Di mana cintamu yang dulu?
Di mana janjimu yang dulu?
Aku telah memberikan cinta dengan sepenuh hati. Tapi yang kembali kepadaku hanyalah luka. Seolah-olah perasaanku tidak pernah berarti.
Kini aku mengerti satu hal: tidak semua janji akan ditepati, dan tidak semua cinta akan berakhir bahagia.
Yang tersisa hanya rasa sakit yang dalam. Luka di hati yang mungkin akan lama sembuhnya.
Semua itu… karena cinta palsumu.



No comments