Kepala yang Pernah Menunduk
Kepala yang Pernah Menuduk
Di suatu hari
langit terasa terlalu rendah
dan langkah-langkah mengecil
di bawah bayang-bayang orang lain
aku belajar menunduk—
bukan karena hormat,
melainkan takut terlihat rapuh
kata-kata orang
menjadi cermin yang retak
memantulkan wajah yang asing
yang perlahan kupercaya sebagai diriku
lalu waktu berbisik pelan,
“berapa lama kau ingin hilang
di dalam dirimu sendiri?”
aku terdiam
di antara runtuh dan bertahan
sampai suatu pagi
tanpa aba-aba
aku mencoba mengangkat kepala
pelan—
seperti mengangkat beban
yang selama ini kusebut takdir
ternyata dunia masih sama
tidak lebih ramah
tidak lebih lembut
tapi ada yang berubah:
aku tidak lagi mengecil di dalamnya
aku berdiri
dengan luka yang belum sembuh
dengan takut yang belum pergi
namun kali ini
aku tidak menunduk



No comments