“Sa pu suami sudah almarhum. Tiap hari de menyanyi lagu ARO AIE, karena de pu basudara cuma 4 orang dan dong semua besar hanya dengan mama saja. Sa dulu tidak terlalu mengerti arti lagu ini. Setelah sa pu suami meninggal bulan Desember 2024, baru sa duduk dengar baik-baik dan sa mengerti arti lagu ARO AIE… siiioooo, sa pu hati hancur sekali.
Sayang ahhhh… kalau ko masih hidup, pasti ko masih menyanyi lagu ARO AIE di rumah, di kantor, dan di tempat dinas lain. Ko cinta ko pu mama dalam sekali, sayang....e
Sekarang ko su jauh… ko kasih tinggal sa dengan 4 anak sendiri, persis seperti kisah hidup ko dulu bersama ko pu basudara dan mama.”



0 Comments