Tentang Cinta, Masa Lalu, dan Sebuah Perjuangan
Bagaimanapun, tidak ada cinta yang benar-benar baru di dunia ini selain cinta pertama. Setiap orang datang dengan cerita masa lalunya masing-masing. Dengan luka, kenangan, dan jejak yang pernah menetap di hati.
Semakin lama seseorang pernah mencintai, semakin banyak pula kisah yang tersimpan dalam ingatannya. Dan aku memahami itu. Karena itulah aku tidak pernah memaksamu melupakan masa lalumu.
Aku tidak pernah menyalahkan siapa dirimu dulu. Aku memilih menerima kamu yang sekarang—kamu yang perlahan menjadi orang paling kucintai. Tak peduli seberapa pahit atau gelap perjalanan yang pernah kamu lewati.
Bagiku, saat kamu mempercayakan hatimu kepadaku, itu berarti kamu sedang memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk memulai kembali. Dan sejak awal aku memilihmu, aku belajar satu hal: percaya.
Walau kadang ada banyak hal yang membuat hati ragu, aku tetap menempatkanmu sebagai orang terpenting dalam hidupku. Kamu memang tidak sempurna, tetapi aku melihat usahamu untuk terus memperbaiki diri. Dan justru itu yang membuat cintaku semakin tumbuh.
Aku percaya, di dalam hatimu yang paling dalam, kamu adalah seseorang yang tahu bagaimana cara mencintai. Kamulah rumah yang ingin kujadikan tempat pulang.
Kita pernah saling meyakinkan satu sama lain. Itulah alasan mengapa kita mampu bertahan sejauh ini. Namun waktu sering membawa ujian yang tak pernah kita duga. Ada saat-saat ketika perasaan terasa lemah, ketika keadaan membuat kita hampir menyerah.
Padahal kita tahu, kita tidak selemah itu. Kita selalu bisa saling menguatkan.
Jika suatu hari kamu meragukanku, aku mengerti. Jika kamu merasa aku bukan yang terbaik untukmu, aku juga memahami. Karena memang ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa kupastikan.
Yang bisa kulakukan hanyalah berusaha sekuat tenaga.
Izinkan aku membuktikan kesungguhanku. Aku akan memperbaiki diri. Aku akan bekerja lebih keras. Sebagai lelaki, aku tahu cinta saja tidak selalu cukup. Kita hidup di dunia nyata, tempat banyak kebutuhan harus dipenuhi dengan perjuangan.
Karena itu aku terus bekerja. Terus berusaha. Memperjuangkan mimpi-mimpiku. Memperjuangkan kamu.
Semoga semua usaha ini tidak sia-sia.
Hari ini aku hanyalah lelaki yang sedang berjuang. Namun aku berharap, kelak kamu menjadi seseorang yang bersedia menetap bersamaku. Menjadi rumah bagi semua lelah dan pulangku.
Dan jika pada akhirnya tidak semua impianmu mampu kupenuhi, percayalah bahwa aku sudah berusaha dengan seluruh hati yang kupunya.
Karena manusia hanya bisa memperjuangkan takdir, tetapi tidak pernah benar-benar mampu menentukan akhir kisahnya.
Apa pun yang nanti terjadi, satu hal yang ingin selalu kamu tahu:
“Aku teramat mencintaimu.”
Love you. Miss you.
.png)
.png)
.png)
.png)


0 Comments